Senin, 19 Mei 2008

Pernakah anda BERBOHONG?



Jika kita berbohong,kita membuat Yesus semakin menderita


Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”
KIS 5:4

Beberapa waktu lalu ada seorang ibu mempunyai anak yang masih balita.Suatu ketika balita itu bertanya kepada ibunya:”Bu itu apa sih?”sambil menunjuk sebuah botol yang berisi pewangi.”oh itu air yang rasanya nggak enak.Pahit!’Sahut ibu itu dengan bermaksud agar tidak diminum oleh anaknya.Suatu ketika balita itu bertanya lagi “Bu itu rasanya enak ndak?bosen minum aqua sama susu terus nih!Pengen coba yang lain!”sambil memegang botol pemutih.”itu air yang baunya udah bikin orang pusing,rasanya pahit,asin jadi satu.Nggak enak!”Sahut ibu itu.Dan pada suatu hari ia bertanya lagi”Bu kok botol itu bagus ya.Dipencet bisa keluar airnya.Botolnya gede lagi warnanya hijau,bagus deh!Pasti rasanya enak ya!”Lalu jawab Ibunya:”Nak itu rasanya ndak enak!Rasanya aneh!Baunya aja bikin dada sakit”Anak itu bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya:”Jawabnya ibu kok Cuma itu-itu aja ya!Jangan-jangan aku dibilangin gitu supaya ndak aku minum biar ibu ndak kehabisan.Atau memang rasanya ndak enak ya?Ah coba aja deh dikit.Aku mau coba yang hijau itu yang bisa keluar airnya kalau dipencet.Pasti rasanya enak!”Anak itu segera mengambil botol itu.Ibunya sempat melihat dan bertanya:”Nak buat apa botol itu?”Jawab anak itu”Oh botol itu mau saya buang,soalnya ndak enak khan kata ibu” Ibu itu lantas tersenyum dan berkata dalam hatinya:”Duh senangnya punya anak penurut!” Anak itu kemudian pergi ke Gudang lalu mengambil botol itu dan menyemprotkannya ke mulutnya dan bermaksud meminumnya.Tiba-tiba rebahlah anak itu lalu kejang-kejang dan mulutnya keluar busanya.Waktu terus berlalu dan hari sudah malam,sang ibu kebingungan mencari anaknya.”Dimana ya anakku kok nggak ada?Sudah malam begini kok ga keliatan belum makan lagi!Ah mungkin pergi sama bapaknya!”Selang beberapa jam tibalah ayahnya dari kantor.Sang ibu kebingungan karena suaminya hanya seorang diri.Ia mencari ke semua sudut ruangan tetapi tidak menemukannya.Kemudian sang ibu mencoba tenang.Dan mencoba berpikir positif.Karena hari itu keluarga itu mendapat umdangan ke pesta.Ia pergi kegudang dan mencari tas pestanya.Gudang itu gelap dan tidak memilik lampu.Tiba-tiba ibu itu tersandung dan terjatuh.Ia sangat kaget dan yang mencari tau apa yang membuatnya tersandung.Ibu itu lantas menjerit dan kaget dan merasa sangat hancur bahwa ia menemukan anaknya yang sudah tidak bernyawa.

Saudara-Saudaraku yang terkasih dalam Kristus,
Kisah tadi menggambarkan akibat suatu ketidakjujuran.Walaupun maksudnya baik tetapi kebohongan(ketidakjujuran)mengakibatkan hal yang sangat fatal yaitu “KEMATIAN”
Seandainya ibu itu tidak membohongi anaknya,mungkin anaknya tidak akan mati walaupun maksud dari ibu itu baik.Kisah Ananias dan Safira juga tidak jauh berbeda dari kisah seorang ibu tadi.Mereka bermaksud baik dengan menyumbang tetapi mereka mati.Lho kok mati?Kan juga dalam kisah Barnabas,diceritakan Barnabas yang juga menyumbang jemaat dengan menjual tanah ladang tetapi kok tidak mati?
Yang menjadi permasalahan atau yang membuat putusnya nyawa mereka ialah DUSTA!
Barnabas juga menyumbang dengan uang hasil penjualan ladangnya,tetapi ia tidak berdusta.Uang hasil penjualannya ia serahkan kepada jemaat.
Sedangkan Ananias dan Safira menyumbang tetapi ia juga berdusta.Ia berdusta dengan mengatakan bahwa ia telah menyumbang seluruh hasil penjualan tanahnya,padahal ia menyimpan atau menahan sebagian hasil penjualan tanahnya.Maka ia pun bertindak tidak jujur atau berdusta maka ia tidak hanya mendustai manusia tetapi ia juga mendustai Allah.Karena ia mendustai Allah maka putuslah nyawanya.

Dalam kehidupan sehari-hari kita diwajibkan oleh Allah untuk selalu bertindak jujur.
”Tapi jujurkan susah,lebih enak bohong donk,gampang lagi!”

Ya memang jika kita mau jujur itu rasanya susah sekali.Lebih gampang berbohong.Tetapi berbohong itu kita sudah mendustai Allah.Allah yang begitu baik dan selalu menepati janji-Nya dan tidak pernah berbohong.

Sekarang siapa yang tidak pernah bohong?
Semua orang pasti pernah berbohong.Entah berbohong bilang ke orang tua pergi kerumah teman untuk belajar teatapi malah ke warnet,bermain.Entah berbohong dengan makan di kelas.Entah berbohong dengan pura-pura tidur agar tidak disuruh belajar dan masih banyak lagi kebohongan-kebohongan yang kita buat.Tetapi kok tidak seperti Ananias dan Safira,mati?
Karena di samping mendustai Allah,ia secara langsung juga mendustai roh Allah.Dan barangsiapa yang mendustai Roh Allah sendiri,maka ia menjadi manusia mati yang tidak berpengharapan lagi.

Saudara-saudara ku yang terkasih dalam Kristus;
Pada saat ini kita semua mengalami krisis kejujuran.Orang lebih senang berbuat bohong daripada berbuat jujur.Bahkan ada yang mengatakan “Jujur akan hancur!”
Mengapa demikian?
Hal ini terjadi karena orang lebih senang mencari untung daripada malang,orang lebih senang diterima banyak orang daripada dikucilkan,orang lebih senang terhindar dari penderitaan,orang lebih merasa percaya diri,walaupun itu semua berasal dari si iblis.

Maka dari itu,marilah kita semua bercermin pada Yesus.
Yesus sendiri dalam mengajar di bukit Ia menekankan Kejujuran.Dan Ia sendiri pun tetap besikap jujur dalam ancaman.Ia pun tetap bersikap jujur walupun dengan kejujuran itu Ia akan disiksa dan dibunuh.Ia tetap menjwab apa adanya sesuai dengan kebenaran ketika ditanyai oleh Kayafas,Imam Agung.Kayafas bertanya:”Apa benar Kamu ini Mesias Anak Allah yang Hidup?”Ia menjawab “Seperti yang kau katakan.”
Sebenarnya jika Ia menjawab “Bukan” tentu Ia tidak akan terbunuh.Tetapi karena Yesus tetap bersikap jujur maka Ia menjawab dan mengakuinya.Sehingga Kayafas pun ingin segera membunuh-Nya dan orang yang mendengar-Nya ingin juga membunuh-Nya.

Memang berbohong itu kelihatannya mendatangkan kenikmatan tetapi sebenarnya mendatangkan bencana.Dan memang jujur itu susah sekali rasanya seprti mendapatkan tulah atau bencana tetapi kejujuran akan membawa rahmat kasih sukacita Allah kepada Manusia.

Kita semua diminta untuk senantiasa berusaha bertindak jujur.Karena disamping bertindak jujur kita juga mewartakan kebenaran,bukan suatu kebohongan.Kita diwajibkan memberitakan kebenaran sejati,karena kebenaran sejati ialah Yesus sendiri.Dan karena untuk mewartakan kebenaran sejati itulah Yesus lahir dan datang dalam dunia ini.

Dari sebab itu marilah kita memohon ampun kepada Allah.Memohon ampun karena kita telah mengatakan kepada orang tua bahwa pergi belajar tetapi pergi bermain,memohon ampun karena kita sering membohongi guru jika kita ditegur karena membuat gaduh di kelas.Memohon pengampunan dan belas kasihan atas segala kebohongan yang kita lakukan.Marilah kita merubah habitus lama kita yang kurang berkenan kepada-Nya menjadi habitus baru yang lebih berkenan kepada-Nya.

Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus,cinta kasih Allah,dan persekutuan Roh Kudus selalu menyertai kita sekarang dan selama-lamanya.
Amin.

Syukur dan Salam,
† Stefano Utomo

1 komentar:

teguh mengatakan...

shalom.

terima kasih untuk renungannya

terus menulis yaa..
God bless you abundantly,… :)

teguh
tegoeh's blog